A

Mattpocock Skills: Agent Skills untuk Engineer Sungguhan, Bukan Vibe Coding

Koleksi agent skills dari Matt Pocock yang membawa disiplin engineering sungguhan ke AI coding agents — TDD, grilling sessions, domain modeling, dan code review yang terstruktur.

8 menit bacaAhmad Apandi

Masalahnya

AI coding agents (Claude Code, Codex, Cursor) mempercepat coding, tapi juga mempercepat chaos. Pola yang akrab:

  • Agent tidak ngerti yang kita mau. Brief terlihat jelas, output jauh dari harapan. Misalignment komunikasi.
  • Agent terlalu verbose. 20 kata yang bisa 1 kata. Tidak ada shared vocabulary antara agent dan domain bisnis.
  • Kode tidak jalan. Agent nulis kode tanpa feedback loop — tidak ada test, tidak ada type check, terbang buta.
  • Codebase jadi bola lumpur. Agent menulis cepat, kompleksitas naik tajam. Dalam seminggu, codebase sulit diubah.

Banyak framework (GSD, BMAD, Spec-Kit) coba solve ini dengan “owning the process” — tapi dalam proses itu, mereka mengambil kontrol dari developer dan bikin bug dalam proses sulit diperbaiki.

mattpocock/skills beda: kecil, mudah diadaptasi, composable. Bukan framework yang mengambil alih — tapi skills yang kamu gunakan sesuai kebutuhan.

Apa itu Mattpocock Skills

Koleksi agent skills dari Matt Pocock (TypeScript expert, author of Total TypeScript) yang dipakai harian untuk engineering sungguhan. 211k+ stars di GitHub, 60k+ subscriber newsletter.

Filosofinya:

Skills for Real Engineers. Straight from my .agents directory. Not vibe coding.

Bukan magic prompt. Ini disiplin engineering yang sudah ada dekade — TDD, domain-driven design, code review — dikemas sebagai skill yang bisa dipanggil agent.

Metrik Nilai
Lisensi MIT
GitHub stars 211k+
Installation Claude Code plugin atau npx skills add
Target agents Claude Code, Codex, agent lain
Ukuran Kecil, composable, editable

Installation

Dua cara, dua filosofi:

Claude Code plugin (managed, read-only)

claude plugins install mattpocock-skills

Atau dari dalam sesi:

/plugin install mattpocock-skills

Bundle terkelola, auto-update saat Matt ship versi baru. Cocok kalau mau pakai apa adanya.

skills.sh (editable, kamu punya filenya)

npx skills@latest add mattpocock/skills

Skill ditulis ke repo sebagai file biasa. Editable, bisa di-fork, update manual saat mau. Cocok untuk yang ingin hack dan sesuaikan.

Pilih satu. Install keduanya = setiap skill muncul dua kali.

Setup awal

Jalankan sekali per repo:

/setup-matt-pocock-skills

Akan menanyakan:

  • Issue tracker (GitHub, Linear, atau local files)
  • Labels untuk triage tickets
  • Lokasi save docs

4 masalah + 4 solusi

Masalah 1: Agent tidak melakukan yang kita mau

“No-one knows exactly what they want.” — The Pragmatic Programmer

Penyebab: misalignment komunikasi. Kita pikir brief jelas, agent interpretasi berbeda.

Solusi: grilling session. Agent mewawancarai kita dengan pertanyaan detail sebelum mulai coding. Skills:

  • /grill-me — untuk non-code use cases
  • /grill-with-docs — grilling + build domain model + update CONTEXT.md + ADR

Skill paling populer. Pakai setiap kali mau mulai perubahan. Output-nya: alignment yang dalam sebelum kode pertama ditulis.

Masalah 2: Agent terlalu verbose

“With a ubiquitous language, conversations among developers and expressions of the code are all derived from the same domain model.” — Domain-Driven Design

Penyebab: agent tidak punya shared vocabulary. Setiap konsep dijelaskan panjang.

Solusi: CONTEXT.md. Dokumen yang decode jargon proyek. Contoh dari repo Matt:

  • Sebelum: “Ada masalah ketika lesson di dalam section suatu course dijadikan ‘real’ (diberi tempat di file system)”
  • Sesudah: “Ada masalah dengan materialization cascade”

Konkisi ini berlipat ganda manfaatnya:

  • Variable, function, file diberi nama konsisten dengan domain language
  • Codebase lebih mudah dinavigasi agent
  • Agent pakai lebih sedikit token untuk berpikir karena akses bahasa yang lebih padat

Dibangun ke dalam /grill-with-docs.

Masalah 3: Kode tidak jalan

“Always take small, deliberate steps. The rate of feedback is your speed limit.” — The Pragmatic Programmer

Penyebab: tanpa feedback loop, agent terbang buta.

Solusi: red-green-refactor TDD loop. Skill /tdd membungkus disiplin ini ke dalam agent:

  1. Agent nulis test yang gagal (red)
  2. Agent nulis kode minimal untuk pass test (green)
  3. Agent refactor dengan safety net test (refactor)

Untuk debugging, skill /diagnosing-bugs membungkus praktik debug terstruktur: build feedback loop yang reproduce bug → minimize → hypothesize → instrument → fix → regression test.

Masalah 4: Codebase jadi bola lumpur

“Invest in the design of the system every day.” — Kent Beck, Extreme Programming

Penyebab: agent mempercepat coding, sekaligus mempercepat entropy. Kompleksitas naik rate yang unprecedented.

Solusi: arsitektur modular sebagai disiplin. Banyak skill terkait:

  • /to-spec — tanya modul mana yang akan disentuh sebelum buat spec
  • /improve-codebase-architecture — scan codebase untuk “deepening opportunities” (modul yang interface-nya bisa disederhanakan), present sebagai visual HTML report, lalu grill through yang dipilih

Jalankan /improve-codebase-architecture sekali setiap beberapa hari. Ini survey, bukan penyelamat — di codebase tua, akan temukan kandidat nyata, tapi tidak akan mengurai lumpur untukmu.

Daftar skill lengkap

Skills dibagi dua: user-invoked (dipanggil dengan mengetik /skill) dan model-invoked (bisa dipanggil otomatis agent saat task cocok).

Engineering (user-invoked)

Skill Fungsi
/ask-matt Router — tanya skill mana yang cocok situasi kamu
/grill-with-docs Grilling + domain model + CONTEXT.md + ADR
/triage Gerakkan issue melalui state machine triage
/improve-codebase-architecture Scan codebase untuk deepening opportunities
/setup-matt-pocock-skills Konfigurasi awal per repo
/to-spec Ubah percakapan jadi spec, publish ke issue tracker
/to-tickets Breakdown plan/spec jadi tracer-bullet tickets
/implement Build dari spec/tickets, drive /tdd di seam, tutup dengan /code-review
/wayfinder Plan pekerjaan besar sebagai decision tickets di tracker

Engineering (model-invoked)

Skill Fungsi
prototype Throwaway prototype untuk design question — HTML atau UI variations
diagnosing-bugs Loop diagnosis: red → minimize → hypothesize → instrument → fix → regression
research Investigasi question dari primary sources, capture sebagai cited markdown
tdd Red-green-refactor loop, satu vertical slice per siklus
domain-modeling Build domain model, challenge terms, update CONTEXT.md + ADR inline
codebase-design Disiplin deep modules: banyak behavior di balik interface kecil
code-review Review dua-axis: Standards + Spec, parallel sub-agents
resolving-merge-conflicts Resolve conflict hunk-by-hunk by intent, never --abort
wizard Generate interactive bash wizard untuk langkah yang hanya manusia bisa

Productivity (user-invoked)

Skill Fungsi
/grill-me Wawancara intensif sampai setiap branch decision tree resolved
/handoff Kompres percakapan jadi handoff doc untuk agent lain
/teach Ajari user skill/konsep multi-sesi, current dir sebagai workspace
/to-questionnaire Ubah decision jadi markdown questionnaire untuk orang yang bisa jawab
/wait-what Re-pitch pesan yang tidak nyambung, pakai CONTEXT.md vocabulary

Productivity (model-invoked)

Skill Fungsi
grilling Primitif interview di balik /grill-me, /grill-with-docs, dll.
writing-for-agents Writing skill, AGENTS.md, CLAUDE.md, doc yang agent baca via pointer

Workflow yang disarankan

Memulai fitur baru

1. /grill-with-docs     ← wawancara, bangun shared language, update CONTEXT.md
2. /to-spec             ← ubah hasil jadi spec, publish ke tracker
3. /to-tickets          ← breakdown spec jadi tracer-bullet tickets
4. /implement           ← build dengan /tdd di seam, /code-review di akhir

Debugging bug sulit

1. /diagnosing-bugs     ← build repro, minimize, hypothesize, fix
2. (otomatis) /tdd      ← tulis regression test sebelum fix

Codebase mulai berantakan

1. /improve-codebase-architecture  ← scan, dapatkan kandidat dalam HTML report
2. /grill-me                       ← grill through kandidat yang dipilih
3. /implement                      ← eksekusi refactor

Kenapa ini bukan vibe coding

Vibe coding = prompt AI, terima apa adanya, ship tanpa verifikasi. Mattpocock skills menolak ini dengan tiga prinsip:

  1. Alignment sebelum eksekusi. /grill-me memaksa kamu memikirkan apa yang sebenarnya dibangun.
  2. Feedback loop sebagai speed limit. /tdd dan /diagnosing-bugs memastikan kode bisa diverifikasi.
  3. Arsitektur sebagai investasi harian. /improve-codebase-architecture menahan entropy.

Hasilnya: agent dipaksa untuk bekerja dalam batas disiplin engineer berpengalaman, bukan berimprovisasi tanpa kerangka.

Catatan praktis

  • Context window lebih awet dengan CONTEXT.md. Token saving nyata karena agent tidak perlu re-eksplain konsep.
  • Plugin vs editable. Plugin enak untuk coba. Editable cocok untuk long-term karena kamu punya file dan bisa adaptasi.
  • Tidak semua skill untuk semua orang. Mulai dari /grill-me dan /tdd. Tambah seiring kebutuhan.
  • Composable dengan agent lain. Skill adalah markdown prompt — bisa diadaptasi Codex, Cursor, atau agent custom.

Penutup

Mattpocock skills bukan tentang membuat AI lebih pintar. Ia tentang membawa disiplin engineering ke interaksi dengan AI — sehingga kecepatan agent tidak datang dengan harga kompleksitas yang tidak terkontrol.

Untuk developer yang serius menggunakan AI agent untuk kerja nyata (bukan eksperimen akhir pekan), repo ini adalah starting point terbaik. Mulai dari /grill-me di fitur berikutnya, dan rasakan bedanya alignment yang dalam sebelum kode pertama ditulis.

Sumber: github.com/mattpocock/skills · aihero.dev/skills · skills.sh

Artikel terkait