Mattpocock Skills: Agent Skills untuk Engineer Sungguhan, Bukan Vibe Coding
Koleksi agent skills dari Matt Pocock yang membawa disiplin engineering sungguhan ke AI coding agents — TDD, grilling sessions, domain modeling, dan code review yang terstruktur.
Masalahnya
AI coding agents (Claude Code, Codex, Cursor) mempercepat coding, tapi juga mempercepat chaos. Pola yang akrab:
- Agent tidak ngerti yang kita mau. Brief terlihat jelas, output jauh dari harapan. Misalignment komunikasi.
- Agent terlalu verbose. 20 kata yang bisa 1 kata. Tidak ada shared vocabulary antara agent dan domain bisnis.
- Kode tidak jalan. Agent nulis kode tanpa feedback loop — tidak ada test, tidak ada type check, terbang buta.
- Codebase jadi bola lumpur. Agent menulis cepat, kompleksitas naik tajam. Dalam seminggu, codebase sulit diubah.
Banyak framework (GSD, BMAD, Spec-Kit) coba solve ini dengan “owning the process” — tapi dalam proses itu, mereka mengambil kontrol dari developer dan bikin bug dalam proses sulit diperbaiki.
mattpocock/skills beda: kecil, mudah diadaptasi, composable. Bukan framework yang mengambil alih — tapi skills yang kamu gunakan sesuai kebutuhan.
Apa itu Mattpocock Skills
Koleksi agent skills dari Matt Pocock (TypeScript expert, author of Total TypeScript) yang dipakai harian untuk engineering sungguhan. 211k+ stars di GitHub, 60k+ subscriber newsletter.
Filosofinya:
Skills for Real Engineers. Straight from my .agents directory. Not vibe coding.
Bukan magic prompt. Ini disiplin engineering yang sudah ada dekade — TDD, domain-driven design, code review — dikemas sebagai skill yang bisa dipanggil agent.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Lisensi | MIT |
| GitHub stars | 211k+ |
| Installation | Claude Code plugin atau npx skills add |
| Target agents | Claude Code, Codex, agent lain |
| Ukuran | Kecil, composable, editable |
Installation
Dua cara, dua filosofi:
Claude Code plugin (managed, read-only)
claude plugins install mattpocock-skills
Atau dari dalam sesi:
/plugin install mattpocock-skills
Bundle terkelola, auto-update saat Matt ship versi baru. Cocok kalau mau pakai apa adanya.
skills.sh (editable, kamu punya filenya)
npx skills@latest add mattpocock/skills
Skill ditulis ke repo sebagai file biasa. Editable, bisa di-fork, update manual saat mau. Cocok untuk yang ingin hack dan sesuaikan.
Pilih satu. Install keduanya = setiap skill muncul dua kali.
Setup awal
Jalankan sekali per repo:
/setup-matt-pocock-skills
Akan menanyakan:
- Issue tracker (GitHub, Linear, atau local files)
- Labels untuk triage tickets
- Lokasi save docs
4 masalah + 4 solusi
Masalah 1: Agent tidak melakukan yang kita mau
“No-one knows exactly what they want.” — The Pragmatic Programmer
Penyebab: misalignment komunikasi. Kita pikir brief jelas, agent interpretasi berbeda.
Solusi: grilling session. Agent mewawancarai kita dengan pertanyaan detail sebelum mulai coding. Skills:
/grill-me— untuk non-code use cases/grill-with-docs— grilling + build domain model + update CONTEXT.md + ADR
Skill paling populer. Pakai setiap kali mau mulai perubahan. Output-nya: alignment yang dalam sebelum kode pertama ditulis.
Masalah 2: Agent terlalu verbose
“With a ubiquitous language, conversations among developers and expressions of the code are all derived from the same domain model.” — Domain-Driven Design
Penyebab: agent tidak punya shared vocabulary. Setiap konsep dijelaskan panjang.
Solusi: CONTEXT.md. Dokumen yang decode jargon proyek. Contoh dari repo Matt:
- Sebelum: “Ada masalah ketika lesson di dalam section suatu course dijadikan ‘real’ (diberi tempat di file system)”
- Sesudah: “Ada masalah dengan materialization cascade”
Konkisi ini berlipat ganda manfaatnya:
- Variable, function, file diberi nama konsisten dengan domain language
- Codebase lebih mudah dinavigasi agent
- Agent pakai lebih sedikit token untuk berpikir karena akses bahasa yang lebih padat
Dibangun ke dalam /grill-with-docs.
Masalah 3: Kode tidak jalan
“Always take small, deliberate steps. The rate of feedback is your speed limit.” — The Pragmatic Programmer
Penyebab: tanpa feedback loop, agent terbang buta.
Solusi: red-green-refactor TDD loop. Skill /tdd membungkus disiplin ini ke dalam agent:
- Agent nulis test yang gagal (red)
- Agent nulis kode minimal untuk pass test (green)
- Agent refactor dengan safety net test (refactor)
Untuk debugging, skill /diagnosing-bugs membungkus praktik debug terstruktur: build feedback loop yang reproduce bug → minimize → hypothesize → instrument → fix → regression test.
Masalah 4: Codebase jadi bola lumpur
“Invest in the design of the system every day.” — Kent Beck, Extreme Programming
Penyebab: agent mempercepat coding, sekaligus mempercepat entropy. Kompleksitas naik rate yang unprecedented.
Solusi: arsitektur modular sebagai disiplin. Banyak skill terkait:
/to-spec— tanya modul mana yang akan disentuh sebelum buat spec/improve-codebase-architecture— scan codebase untuk “deepening opportunities” (modul yang interface-nya bisa disederhanakan), present sebagai visual HTML report, lalu grill through yang dipilih
Jalankan /improve-codebase-architecture sekali setiap beberapa hari. Ini survey, bukan penyelamat — di codebase tua, akan temukan kandidat nyata, tapi tidak akan mengurai lumpur untukmu.
Daftar skill lengkap
Skills dibagi dua: user-invoked (dipanggil dengan mengetik /skill) dan model-invoked (bisa dipanggil otomatis agent saat task cocok).
Engineering (user-invoked)
| Skill | Fungsi |
|---|---|
/ask-matt |
Router — tanya skill mana yang cocok situasi kamu |
/grill-with-docs |
Grilling + domain model + CONTEXT.md + ADR |
/triage |
Gerakkan issue melalui state machine triage |
/improve-codebase-architecture |
Scan codebase untuk deepening opportunities |
/setup-matt-pocock-skills |
Konfigurasi awal per repo |
/to-spec |
Ubah percakapan jadi spec, publish ke issue tracker |
/to-tickets |
Breakdown plan/spec jadi tracer-bullet tickets |
/implement |
Build dari spec/tickets, drive /tdd di seam, tutup dengan /code-review |
/wayfinder |
Plan pekerjaan besar sebagai decision tickets di tracker |
Engineering (model-invoked)
| Skill | Fungsi |
|---|---|
prototype |
Throwaway prototype untuk design question — HTML atau UI variations |
diagnosing-bugs |
Loop diagnosis: red → minimize → hypothesize → instrument → fix → regression |
research |
Investigasi question dari primary sources, capture sebagai cited markdown |
tdd |
Red-green-refactor loop, satu vertical slice per siklus |
domain-modeling |
Build domain model, challenge terms, update CONTEXT.md + ADR inline |
codebase-design |
Disiplin deep modules: banyak behavior di balik interface kecil |
code-review |
Review dua-axis: Standards + Spec, parallel sub-agents |
resolving-merge-conflicts |
Resolve conflict hunk-by-hunk by intent, never --abort |
wizard |
Generate interactive bash wizard untuk langkah yang hanya manusia bisa |
Productivity (user-invoked)
| Skill | Fungsi |
|---|---|
/grill-me |
Wawancara intensif sampai setiap branch decision tree resolved |
/handoff |
Kompres percakapan jadi handoff doc untuk agent lain |
/teach |
Ajari user skill/konsep multi-sesi, current dir sebagai workspace |
/to-questionnaire |
Ubah decision jadi markdown questionnaire untuk orang yang bisa jawab |
/wait-what |
Re-pitch pesan yang tidak nyambung, pakai CONTEXT.md vocabulary |
Productivity (model-invoked)
| Skill | Fungsi |
|---|---|
grilling |
Primitif interview di balik /grill-me, /grill-with-docs, dll. |
writing-for-agents |
Writing skill, AGENTS.md, CLAUDE.md, doc yang agent baca via pointer |
Workflow yang disarankan
Memulai fitur baru
1. /grill-with-docs ← wawancara, bangun shared language, update CONTEXT.md
2. /to-spec ← ubah hasil jadi spec, publish ke tracker
3. /to-tickets ← breakdown spec jadi tracer-bullet tickets
4. /implement ← build dengan /tdd di seam, /code-review di akhir
Debugging bug sulit
1. /diagnosing-bugs ← build repro, minimize, hypothesize, fix
2. (otomatis) /tdd ← tulis regression test sebelum fix
Codebase mulai berantakan
1. /improve-codebase-architecture ← scan, dapatkan kandidat dalam HTML report
2. /grill-me ← grill through kandidat yang dipilih
3. /implement ← eksekusi refactor
Kenapa ini bukan vibe coding
Vibe coding = prompt AI, terima apa adanya, ship tanpa verifikasi. Mattpocock skills menolak ini dengan tiga prinsip:
- Alignment sebelum eksekusi.
/grill-mememaksa kamu memikirkan apa yang sebenarnya dibangun. - Feedback loop sebagai speed limit.
/tdddan/diagnosing-bugsmemastikan kode bisa diverifikasi. - Arsitektur sebagai investasi harian.
/improve-codebase-architecturemenahan entropy.
Hasilnya: agent dipaksa untuk bekerja dalam batas disiplin engineer berpengalaman, bukan berimprovisasi tanpa kerangka.
Catatan praktis
- Context window lebih awet dengan CONTEXT.md. Token saving nyata karena agent tidak perlu re-eksplain konsep.
- Plugin vs editable. Plugin enak untuk coba. Editable cocok untuk long-term karena kamu punya file dan bisa adaptasi.
- Tidak semua skill untuk semua orang. Mulai dari
/grill-medan/tdd. Tambah seiring kebutuhan. - Composable dengan agent lain. Skill adalah markdown prompt — bisa diadaptasi Codex, Cursor, atau agent custom.
Penutup
Mattpocock skills bukan tentang membuat AI lebih pintar. Ia tentang membawa disiplin engineering ke interaksi dengan AI — sehingga kecepatan agent tidak datang dengan harga kompleksitas yang tidak terkontrol.
Untuk developer yang serius menggunakan AI agent untuk kerja nyata (bukan eksperimen akhir pekan), repo ini adalah starting point terbaik. Mulai dari /grill-me di fitur berikutnya, dan rasakan bedanya alignment yang dalam sebelum kode pertama ditulis.
Sumber: github.com/mattpocock/skills · aihero.dev/skills · skills.sh